Anak Sulit Membaca? Mungkin Disleksia

Gambar

  1. Definisi tentang disleksia  

Secara umum disleksia adalah danya gangguan mendasar pada proses yang berkaitan dengan membaca. Angka disleksia di negara-negara maju adalah sekitar 15%, tetapi belum ada penelitian di negara kita. Disleksia lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki. Hal ini masih harus ditelusuri lebih lanjut apa penyebabnya, tetapi jenis kelamin bukanlah faktor risiko terjadinya disleksia.

 Anak yang disleksia biasanya mengalami hal berikut:
– ada keterlambatan pada produksi bahasa (bicara)
– ada kesulitan dalam artikulasi/pengucapan ketika bicara
– ada kesulitan dalam mengingat huruf, angka, ataupun warna  

Untuk mendiagnosis disleksia, kita harus memeriksa sang anak dari berbagai aspek yaitu membaca, berbicara, bahasa, serta evaluasi pendengaran. Evaluasi terhadap kondisi psikis anak pun harus dilakukan.  Penanganan terhadap kondisi ini adalah dengan intervensi di bidang pendidikan, misalnya dengan permainan kata-kata, menggabungkan aspek suara lalu si anak harus menuliskan bunyi suara tersebut. Interaksi dengan komputer juga dapat membantu perkembangan anak disleksia.

 

  1. Penyebab                    

Suka menghukum anak Anda dengan memukul mereka di pantat? Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal ilmu kesehatan anak mungkin bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum memberikan hukuman fisik kepada anak.                                                

Para peneliti memeriksa data lebih dari 34 ribu orang dewasa dan menemukan, pukulan di pantat bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental secara signifikan saat dewasa.  Menurut hasil penelitian mereka, hukuman fisik berhubungan dengan gangguan suasana hati (mood), termasuk depresi dan kegelisahan, serta gangguan kepribadian, kecanduan pada alkohol dan narkotik.

Mereka memperkirakan sekitar tujuh persen penyakit mental orang dewasa mungkin disebabkan oleh hukuman fisik sewaktu masa anak-anak, termasuk tamparan, dorongan, cengkraman, dan pukulan.

Penelitian menunjukkan, tamparan menyebabkan risiko depresi sebesar 41 persen, ketergantungan pada alkohol dan  narkoba 59 persen, gangguan jiwa 93 persen, di antara temuan yang lainnya.  “Kita tidak hanya membicarakan pukulan di pantat,” menurut Tracie Afifi, PhD dari University of Manitoba di Winipeg. “Kita melihat orang menggunakan hukuman fisik sebagai cara umum yang dipakai untuk mendisiplinkan anak mereka.

”Namun, penelitian itu mengesampingkan individu-individu yang melakukan penganiayaan berat seperti kekerasan fisik, pelecehan seksual, pengabaian fisik dan emosi, atau kekerasan terhadap pasangan.  “Hal tersebut jelas menunjukkan bahwa hukuman fisik tidak seharusnya dilakukan kepada anak-anak pada usia berapapun,” kata Afifi.

Para peneliti menyimpulkan, “penting bagi pediatris dan penyedia layanan kesehatan lainnya yang bekerja bersama anak-anak dan orang tua untuk menyadari keterkaitan antara hukuman fisik dengan gangguan mental.” Hukuman fisik kepada anak-anak adalah suatu hal yang legal di Amerika Serikat, meskipun dilarang di sedikitnya 24 negara lainnya. Perlu dicatat juga bahwa 19 negara bagian di Amerika Serikat mengizinkan hukuman fisik di lingkup sekolah.

Penelitian awal menunjukkan pukulan pada balita akan meningkatkan kecenderungan agresivitas ketika sudah menginjak masa anak-anak.

 

  1. Penanganan

Piano menjadi salah satu jenis alat musik yang baik untuk meningkatkan kemampuan otak. Para peneliti di University College London dan University of Newcastle menemukan adanya perubahan struktural otak pada pemain piano profesional.

 Menggunakan scan otak, peneliti melihat terjadinya perubahan pada materi daerah abu-abu (sel-sel saraf di mana mengolah informasi) dan materi abu-abu (hubungan antara sel-sel) dalam hippocampus, sebuah area di otak yang mengatur memori dan navigasi.

Perubahan yang terjadi pada otak tidak berkaitan dengan usia atau keahlian bermusiknya. Namun, lebih berkaitan dengan seberapa lama seseorang memainkan piano.

Penelitian sebelumnya dari Northwestern University baru-baru ini juga telah menunjukkan manfaat bermain alat musik bagi otak. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa belajar bermain musik di usia masih kecil berkontribusi pada pendengaran yang menjadi lebih baik di usia tua dan meningkatkan kemampuan belajar seumur hidup.

      

  1. Pencegahan

Jangan dianggap sepele imunisasi. Pasalnya bayi yang baru lahir hingga balita membutuhkan imunisasi, guna mencegah serangan penyakit berbahaya, mengingat antibodi mereka belum maksimal.

Hal tersebut ditegaskan oleh dr. Sri Rejeki S. Hadinegoro, SpA(K).  “Imunisasi atau vaksinasi membuat kekebalan, mencegah kecacatan, dan kematian, serta melindungi Hak anak dari penyakit,” ujar dokter dari RSCM tersebut.

Menurut Sri, pemberian imunisasi sedini mungkin, jangan menunggu anak sakit atau terserang penyakit. Jika anak sudah terlanjut sakit, maka orangtua akan mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan, ditambah lagi jika penyakit tersebut membuat cacat sang buah hati.                                                                              

Penyakit apa saja yang dapat dicegah dengan vaksinasi? Simak paparan Sri berikut ini.

– Vaksin BCG (Bacille Calmette-Guérin): mencegah tuberkulosis berat di otak, paru, dan organ tubuh lain.

– Vaksin Hepatitis B: mencegah radang hati dan kanker karena virus Hepatitis B.

– Vaksin Polio: mencegah kelumpuhan akibat virus polio.

– Vaksin DPT (Difteri Pertusis Tetanus): mencegah radang tenggorokan yang parah, yang beresiko besar mengakibatkan kematian.

– Vaksin Campak: mencegah penyakit campak berat yang dapat menyerang paru, otak, dan pencernaan.

– Vaksin HIB: mencegah radang otak, paru, telinga, dan infeksi darah.

– Vaksin Pneumokokus: mencegah pneumonia radang selaput otak, radang telinga, dan infeksi bakteri pneumokokus pada darah.

– Vaksin Influenza: mencegah penyakit influenza berat.

– Vaksin Varisela: mencegah penyakit cacar air.

– Vaksin MMR (Mumps Measles Rubella): mencegah penyakit campak, gondongan, dan campak Jerman.

– Vaksin Tifoid: mencegah penyakit tifus yang disebabkan oleh bakteri.

– Vaksin Hepatitis A: mencegah radang hati akibat virus Hepatitis A.

– Vaksin HPV (Human Papiloma Virus): mencegah kanker leher rahim pada usia dewasa. 

 

Sumber  :  http://id.she.yahoo.com

 

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s